Tetra-punya-cerita

Senin, 20 April 2009

Seberapa baik kah diri mu ??

Beberapa hari yang lalu, sebuah peristiwa menyadarkan aku bahwa sebagai manusia, aku belum ada apa-apanya. kosong. totally blank. kalau ada yang pernah bilang bahwa aku baik, nice person, sepertinya mereka harus berpikir kembali dengan pernyataan mereka tersebut. I'm nothing.

secara pribadi pun, sebenarnya aku tidak pernah berfikir bahwa aku baik, tapi bukan orang jahat, itu jelas. defenisi baik dan jahat pun sekarang menjadi rancu untukku.
apa sih sebenarnya defenisi orang baik ? orang yang ramah dengan tetangga kah ? atau orang yang ringan tangan membantu sesama ? atau mungkin orang yang selalu memberikan pertolangan disaat orang lain membutuhkan? aku tidak akan menuliskan kategori rajin sedekah, atau giat berinfak disini, karena untuk kategori itu cuma Allah yang bisa menimbang kadarnya.
tapi untuk tiga poin teratas, aku sama sekali tidak berada di dalam kategorinya.

dengan tetangga hubunganku biasa saja. tidak cuek, tapi tidak juga terlalu ramah-ramah amat. menyapa bila berpapasan, atau minimal tersenyum bila ada yang kebetulan bertatapan mata. malah kadang-kadang aku menghindari keadaan dimana opa tetangga sebelah kiri rumahku, hendak bercakap-cakap ringan denganku. bukan apa-apa, cuma saja, opa itu kalau mengajak bercakap-cakap lamaaaa..sekali. susah menghentikannya.

ringan tangan membantu sesama pun, sepertinya standar saja. kalau kebetulan ada yang secara khusus minta pertolongan, dan aku bisa, maka aku akan bantu. aku tidak pernah secara khusus dan inisiatif sendiri menjadi relawan pengumpul dana di komplek perumahanku untuk membantu korban bencana misalnya.

poin ketiga ini yang beberapa hari yang lalu menyadarkan bahwa aku belum ada apa-apanya. apakah aku tipe orang yang selalu memberikan pertolongan disaat orang lain membutuhkannya ? jawabannya bukan.
begini penjelasannya.

beberapa hari yang lalu, begitu aku berbelok keluar pagar kompleks, pandanganku langsung tertuju pada genangan kuning dijalan. genangan itu ternyata disebabkan oleh berpuluh-puluh telur yang pecah, berserakan dijalan. tidak jauh dari sana, aku melihat seorang bapak termenung dengan paras pias. sepeda motornya yang sarat dipenuhi berpeti-peti telur terparkir disebelahnya. dengan asumsi bahwa tidak ada orang lain bersama bapak tersebut, maka aku simpulkan kejadian yang menyebabkan jatuhnya beberapa peti telur dari sepeda motor bapak itu, disebabkan oleh kelalaiannya sendiri. aku kasihan. aku melambatkan jalan mobil, dan parkir agak didepan. aku bingung. aku ingin sekali menolong, tapi tidak tahu bagaimana caranya. bapak itu pemijit-mijit pelipisnya. mungkin dia sendiri juga bingung.

aku makin kasihan dan makin bingung. terlintas fikiran untuk turun menghampiri, tapi bingung mau berbuat apa. hati kecilku bilang " beri saja uang ala kadarnya, siapa tau bisa meringankan.."
tapi aku takut membayangkan reaksi si bapak itu nanti, kalau tiba-tiba aku hampiri dan menyodorkan uang let's say lima puluh ribu, sembari berkata " pak, saya turut prihatin, ini sekedar dari saya, semoga bisa sedikit membantu.."

lima menit aku diam dimobil. menimbang-nimbang. tapi akhirnya aku berlalu. dengan alasan aku takut menghadapi reaksi si bapak aku sodori uang, makanya aku pun berlalu pergi. pengecut ? tidak perperasaan ? tidak peduli kesulitan orang ? ya..ya.. terserah mau meng judge aku seperti apa. dimobil aku berfikir kembali. kalau saja tadi aku mengikuti kata hatiku untuk turun dan menghampiri, mungkin rasa bersalah tidak akan terlalu sebesar ini. kalau berandai-andai ada tiga orang saja ibu-ibu yang kebetulan lewat dan melihat serta berfikiran seperti aku, dan melaksanakan niat nya untuk membantu, mungkin si bapak itu akan terbantu. tapi aku memutuskan berlalu. dengan alasan yang kalau aku fikirkan sekarang, sungguh memalukan. takut. takut menghadapi reaksi dan penerimaan si bapak tersebut.

so, masih berfikiran aku baik ? nice person ? god,...aku jauh dari kategori itu...!!
posted by tetra at 17.47 0 comments

Rabu, 15 April 2009

Susahnya Fiksi

Dengan alasan sedang belajar membuat tulisan fiksi, blog ku ini terbengkalai sekian lama. banyak yang bertanya "Tet, kok ngga up-date blog lagi..?" jawabannya ya itu tadi. sedang belajar membuat cerita fiksi.
ternyata sulit sekali membuat cerita fiksi. salut untuk Agatha Christie dengan misteri berbelit-belit dalam novel-novelnya. sepertinya aku yang kurang punya imajinasi. Imajinasiku, tak pernah jauh-jauh dari diri sendiri dan teman-teman. dan aku sangat yakin sekali, kalaupun semisalnya nanti aku telah berhasil menuliskan sebuah cerita fiksi, teman-temanku akan dengan mudah menebak tokoh-tokoh di dalamnya, terinspirasikan oleh siapa.

Pernah suatu hari aku mendapat ide cerita yang menurutku seru sekali. berlembar-lembar telah berhasil aku tulis, tetapi tiba-tiba macet total, berhenti ditengah jalan. entah apa sebabnya, tiba-tiba kalimat-kalimat yang biasanya meluncur mulus melalui tuts keyboard, tiba-tiba mandeg dan benar-benar tidak bisa berlanjut lagi.

aku menyerah untuk ide cerita yang satu itu. biarlah berlembar-lembar fiksi yang tak jadi itu menjadi penghuni file "mama's document", sebagai pengingat bahwa itulah ide pertamaku untuk sebuah cerita fiksi. tapi aku tidak menyerah untuk ide-ide cerita yang lain. mungkin karena aku terlalu memikirkan bahwa aku sedang membuat cerita fiksi, makanya imajinasiku mampet, sama seperti perasaan dimana di saat kita sedang diburu-buru waktu, maka rasanya waktu akan berasa terbang dengan cepatnya. macet terasa menjadi semakin lama, bahkan lampu merah di perampatan jalanpun akan terasa semakin lamban.

mungkin intinya cuma harus lebih fokus. lebih fokus dalam menulis. jeleknya, keingananku menulis, biasanya menggebu-gebu disaat suasana hati sedang terganggu. kalau hati sedang kacau, rasanya tubuh dan perasaanku diambil alih paksa oleh seorang pujangga nyasar, yang akan membuatku menuliskan berlembar-lembar cerita dengan sangat mudahnya. kalimat-kalimat akan mengalir dengan lancar, bahkan tanpa perlu berhenti untuk berfikir sejenak.

ya..ya..mungkin perlu waktu. butuh moment dalam peralihan dari menulis berdasarkan isi hati, menjadi tulisan yang penuh imajinasi. wish me luck guys..
siapa tau, suatu saat nanti, dikala kalian sedang berjalan-jalan di toko buku kalian akan menemukan sebuah buku yang di karang oleh seseorang yang namanya sangat familiar...
hahaha boleh dong menghayal duluan..??
posted by tetra at 05.09 4 comments