Tetra-punya-cerita
Rabu, 30 September 2009
Sepertinya aku semakin dewasa *eheem..!!*
Tidak percaya ?? kepingin bukti ??
bagini penjelasannya..
Dulu, masalah pembantu sangat krusial untuk ku. sangat penting keberadaan pembantu untuk ku, sampai mengalahkan pentingnya posisi sarapan pagi. aku tidak bercanda. sungguh-sungguh aku berkata.
di kala pembantu ku menyatakan akan berhenti, aku akan kalang-kabut, panik, cemas luar biasa, dan akan langsung menelpon suamiku, bercerita berkeluh kesah tentang pembantu yang akan berhenti itu, tanpa peduli suamiku sedang meeting, breafing, atau lagi kebelet kencing.
dan mulai lah aku sibuk mencari pengganti, dengan menitip kanan-kiri dan menghubungi beberapa penyalur pembantu.
dan kalau sudah menemukan pengganti yang baru, maka aku dengan egoisnya akan membanding-bandingkan cara dan hasil kerja si pembantu baru, dengan pembantu lama.
dan biasanya, rata-rata kemampuan pembantu baru, di bawah standar pembantu lama, yang akan membuatku bersungut-sungut lama. kembali mengajari pembantu baru cara kerja yang pas dengan standar ku.
masalah anak lain lagi. entah karena baru merasai mempunyai anak, dan cekak pengalaman, maka masalah proses pemberian makan untuk anakku, merupakan satu masalah besar untuk ku. kalau anak ku mogok makan, maka aku akan uring-uringan seharian. dan kalau sudah begitu, akan merusak mood ku seharian pula.
pokoknya dulu, ini dulu lho ya, kalau pembantuku berhenti, dan anakku kebetulan lagi malas makan, maka aku bangun pagi dengan rasa menanggung berat dua karung beras di bahuku. beraaat..sekali.
tapi sekarang, berbeda sekali. kemarin pembantuku last minutes bilang tidak akan kembali lagi, maka aku dengan santai bilang kesuamiku " Pap, pembantu kita gak kembali lagi nih..!!"
jengkel sih ada sedikit, tapi tidak sampai merusak mood dan marah-marah. semua aku kerjakan sendiri dengan lapang hati. kalau ada yang pernah bilang, aku ini tipe orang yang hanya bisa hidup enak, mereka boleh berkecil hati, karena aku tidak demikian sama sekali.
anakku malas makan, alih-alih panik, sekarang aku bisa mensiasati. tidak mau nasi, kenapa tidak diganti setangkup roti ??
hubunganku dengan suami pun tidak sering memanas lagi. disamping karena suamiku biasanya lebih rela mengalah dari pada meladeni aku bersahut-sahutan, tapi sekarang aku lebih bisa mengontrol emosi.
makin bisa meredam gejolak-gejolak emosi yang kadang-kadang kalau dipikir tidak perlu ada sama sekali.
jadi,..ya..!! aku telah semakin dewasa. terima kasih untuk suamiku tersayang yang sudah dengan sabar menemani hari-hariku, dan dengan penuh sayang mengajari aku menjalani kehidupan berumah tangga ini.
Papap, kalau kamu selama ini mungkin bertanya-tanya dalam hati seberapa besarkah rasa sayang yang ada di hatiku untuk kamu,...
jawabannya...
....
....
selatus tliyun...!! *mengutip jawaban Zora kalau ditanya berasa jumlah sayangnya*
hahahahahaha..