Tetra-punya-cerita
Senin, 28 Juni 2010
Rindu MSG
Pilihan tempat makan? bermacam-macam. Dari masakan Sunda yang memang beberapa menunya kadang bikin kangen, masakan Betawi yang bisa bikin kenyang dan puas asal kan makan ditempat yang pas, beragam fast food yang menggoda untuk disantap sesekali, dan juaranya tetap. Masakan Padang.
Sepertinya tak akan habis tempat untuk di datangi di akhir pekan, untuk mengisi jadwal 'makan di luar'. Masakan Padang saja sudah sangat beragam. Nasi dengan menu komplitnya. Satenya. Martabaknya. Sotonya. Sopnya. Lontong sayurnya. Aneka kue tradisionalnya. Lengkap.
Kapan dan dimana pun wisata kuliner itu, akhir prosesinya selalu akan keluar satu pujian, ' enak yaaa..'
Padahal menu yang disantap tidak yang aneh-aneh dan luar biasa. Contoh sederhananya semangkuk soto ayam. Semangkuk soto ayam yang disantap di sebuah depot soto, rasanya benar-benar aduhai membelai lidah. Tentu saja kalau depot sotonya yang sudah di rekomendasikan lho ya. Padahal kalau diteliti benar-benar, bumbu dan bahan yang digunakan tidak jauh berbeda dengan bumbu yang biasa digunakan kalau kita membuat soto ayam di rumah. Di bilang karena suasana tempat makannya juga tidak beitu berpengaruh sepertinya. Tak jarang tempat makan yang direkomendasikan enak itu cuma berupa depot kecil berlokasi di gang sempit. Jadi, apanya yang bikin berbeda di lidah??
Jawabannya aku temukan beberapa waktu lalu. Disaat sedang ngiler melihat semangkuk soto mie bogor, yang dihidangkan untuk seorang ibu yang duduk disebelahku, secara tidak sengaja pandanganku jatuh pada mas-mas yang sedang repot menyiapkan semangkuk soto mie untuk diriku sendiri. Alangkah cekatannya dia meracik bahan-bahan matang yang akan diramu dalam semangkuk soto. Pertama mie telurnya, diikuti dengan irisan tomat segar dan kol, tak lama ditambahkan taburan potongan daging empuk yang rasanya gurih, dan dengan cara yang sangat apik, dia memotong-motong risoles yang sangat garing untuk pelengkap, sebelum disirami kuah soto yang panas mengepul. Eeit,..tapi tunggu dulu. Apa itu tadi yang ditambahkan sebelum kuah soto? Bahan berwarna putih mengkilap yang dikucurkan langsung dari plastik kemasannya. Dikucurkan saudara-saudara, bukan ditakar menggunakan sendok kecil atau sejenisnya. Di ulangi ya, dikucurkan...
Aku jadi paham dan nyengir kuda. Sudah hampir 4 tahun aku berhenti menggunakan MSG untuk masakan dirumah. Penyedap masakan ku cuma menggunakan kombinasi sederhana antara sedikit gula dan garam. Bukan tidak enak, tapi rasa masakan yang aku masak di rumah sekarang menjadi nikmat, sehat dan bersahaja. Berbeda dengan rasa semangkuk soto mie bogor yang aku ceritakan tadi.
Ternyata lidah ini terkadang rindu dengan MSG. Sebuah sensasi rasa yang sebelumnya selalu ada dalam tiap masakanku, yang akhirnya telah aku tinggalkan 4 tahun belakangan ini. Jadi kalau sekali dalam seminggu ada keinginan untuk mencicipi masakan dengan campuran MSG, rasanya tidak akan terlalu berakibat hebat untuk kesehatan lah ya? Tentu saja harus lebih pinter-pinter lagi memilih depot soto mie
bogor. Pilih lah depot soto yang menggunakan takaran sendok kecil dalam memberikan MSG dalam mangkuknya, alih-alih yang dikucurkan langsung dari plastik kemasannya....
Kamis, 24 Juni 2010
Makam, tak lagi horror untukku
Aku ikut memandikan dan membantu mengkafani Amak. Dengan segenap rasa sayang, aku menjalani segala ritual tersebut, dipandu oleh seorang ibu paruh baya yang memang berpengalaman dalam penyelenggaraan mayat. Amak sudah rapi dan bersih untuk bersiap pergi, menemui penciptanya.
Aku merasa hampa setelah semua prosesi selesai. Seluruh emosi terkuras dengan penyisakan satu perasaan nyeri di hati. Nyeri ngilu kehilangan.
Sampai sekarang, setiap aku melewati lokasi pemakaman umum tempat Amak dimakamkan, aku sebisanya berhenti dan turun untuk sekedar melihat makam Amak. Mengucapkan salam dan membacakan doa. Tidak harus kemakam sebenarnya untuk sekedar mengirimkan doa untuk Amak. Tapi dengan berada dekat dengan makam Amak, aku dengan alasan yang tidak jelas, juga merasa berdekatan dengan Amak.
Sendiripun aku berani, tidak harus ditemani...