Tetra-punya-cerita
Kamis, 24 Februari 2011
Terima saja
Pengen curhat sebenarnya, tapi tak tau harus memulai dari mana. Memulai dari cerita tentang kecewa, atau mulai saja pas di klimaksnya dimana gue tersedak-sedak menangis ??
Atau harus dimulai dari prolog tentang kejadian yang membuat hati ini patah, serta luka berdarah ??
Yang pasti curhat ini tidak akan ada air matanya. Dijamin. Karena air mata gw udah kering bersamaan dengan mulai sembuhnya hati yang kemarin patah berdarah.
Kok sepertinya serius sekali masalah nya ?? Siapa yang tega mematahkan hati sampai berdarah itu...??
Bukannya gue terkenal dengan kekerasan hati yang berbanding lurus dengan keras kepala ??
Justru itu, sekarang gue kena batunya. Ternyata hati ini tidak keras, karena buktinya kemarin gue senggugukan menangis cuma karena terluka hatinya. Tuh, hati gue bisa luka. Ternyata lembek sekali hati ini. Kepala gue pun ternyata berkhianat. Gue pikir 'keras' nya akan mampu membuat gue melengos dan tersenyum sinis saja. Tetapi kepala ini malah memutar ulang semua kejadian sehingga membuat gue pening dan berakibat memunculkan beberapa jerawat bandel di wajah. Dokter kulit langganan pun langsung mendapat point seratus, dengan vonisnya yang membuat gue cuma bisa makin termenung " ibu pasti lagi banyak pikiran"...
Yaa, gue emang berjerawat. Dan ya, vonis dokter itu benar adanya karena gue sedang banyak pikiran. Tapi Itu kemaren-kemaren....!!
Sekarang gue sudah jauh lebih bersih mukanya dari jerawat. Dan sekarang hati gue sudah agak mulai baikan, makanya sekarang bisa bercerita.
Jadi apa cerita sebenarnya..??
Intinya begini. Gue 'diberitahukan' oleh seseorang bahwa gue telah berubah. Berubah menjadi sosok manusia sombong dan tidak peduli lagi dengan lingkungan sekitarnya....
Andai pernyataan itu datang dari orang lain entah siapa, mungkin gue akan menanggapinya dengan tertawa sinis. Berkata dengan lantang, sombong kata looe..? So what..??
Tapi ketika pernyataan itu datang dari seseorang yang bahkan demi dia, gue rela meninggalkan anak-anak gue dirumah dengan pembantu, untuk sekedar menemaninya, menyenangkan hatinya, untuk membuat dia merasa, bahwa gue peduli terhadapnya, dan dia memiliki porsi
lumayan besar dari stok rasa sayang di hati gue, efeknya benar-benar menghancurkan hati. Lebih terluka lagi, karena pernyataan nya tersebut, tidak pernah sepintaspun berani menyusup kedalam hati dan pikiran gue.
Gue demam dua hari, setelah menerima 'pernyataan' tersebut. Silakan mau ngatain gue lebay, tapi ya, saking terlukanya hati ini, gue sampai tak berselera makan, tak berselera bercanda dengan anak-anak, dan diakhiri dengan meriang dua hari.
Di blog ini gue akan membuat pembelaan diri. Bodo amat kalau dianggap tidak penting dan basi...
Salahkah kalau sekarang, setelah gue 'belajar dan tahu' , gue lebih nyaman dan memilih lebih sering dirumah menghabiskan waktu dengan anak-anak titipan Allah ini, sehingga mengakibatkan gue menjadi malas untuk pergi arisan, hang-out dan sejenisnya ?
Salahkah kalau sekarang, setelah gue 'belajar dan tahu' , gue memilih untuk lebih banyak diam daripada berbicara yang tidak perlu ?
Salahkah kalau sekarang, setelah gue 'belajar dan tahu' gue selalu menomer satukan suami di atas segala urusan tetek bengek lainnya?
Untungnya sebelum gue 'belajar dan tahu' , gue sudah diwanti-wanti bahwa, tidak semua orang akan bisa mengerti dan menerima semua proses pembelajaran dan proses merobah diri menjadi lebih baik ini. Sebagian mungkin akan paham dan mengerti, dan banyak yang akan tidak bisa mengerti dan memaki.
Dan, gue kecewa sekali, karena orang yang gue anggap paling mengerti diri gue, ternyata tidak bisa paham, malah memberikan pernyataan yang melukai hati....
But, hidup mesti terus berlanjut. Jadi ya, terima saja. Anggap saja itu adalah bagian dari proses pembelajaran. Masih untung ada yang mengingatkan segala dosa diri mumpung masih berada di dunia ini. Jadi masih punya kesempatan untuk bertaubat dan mencuci dosa, sebelum nanti akan dipertanggung jawabkan semua perbuatan ini.
Thanks blog, biarpun gak plong-plong amat setelah curhat, tapi setidaknya, lepas sedikit ganjalan di hati..